JalalJalil adalah anak keempat dari tujuh bersaudara. Pria kelahiran Kudus, 10 Desember 1965 ini memang hobi bermain sepak bola di posisi palang pintu. Terkadang menjadi gelandang dan sering pula ditempatkan sebagai pemain belakang. "Saya awalnya tercatat sebagai pemain di PS (Persatuan Sepak Bola) Djarum. Kemudian berpindah menjadi pemain
Sayakhalid, saya mempunyai banyak hobi diantaranya ialah olahraga, olahraga yang saya sukai juga banyak, diantaranya sepak bola, voli dan . Memanfaatkan kehidupan dunia untuk bekalan akhirat. Membuat karangan cerita tentang hobi melukis dengan bahasa arab dan terjemah! Contoh karangan hobi saya melukis dalam bahasa arab 1.
JawaPoscom-Legenda sepak bola asal Brasil Ronaldinho kemarin tiba di Jakarta. Mantan bintang FC Barcelona itu datang ke Indonesia untuk menjalani sejumlah agenda. Salah satunya, mengikuti pertandingan trofeo sepak bola di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (26/6) malam.
Itumembuat saya berkhayal, bahwa ada kota di bawah laut dan penduduknya adalah ikan. Antaranya adalah melukis dan bermain bola sepak. Saya juga mempunyai hobi iaitu bermain bola sepak. Cerita bahasa arab tentang hobi menggambar, karangan bahasa arab tentang. Karangan online worksheet for tahun 4. Hobi saya ialah bermain badminton.
PUISITENTANG OLAHRAGA SEPAK BOLA. Sepak bola adalah cabang olahraga yang menggunakan bola yang umumnya terbuat dari bahan kulit dan dimainkan oleh dua tim yang masing-masing beranggotakan sebelas orang pemain inti dan beberapa pemain cadangan. Olahraga ini merupakan olahraga terpopuler di dunia, Suka puisi dan juga meyukaii sepak bolah.
DavidTrezeguet, juara dunia 1998 dan mantan striker bintang Juventus, berbicara secara eksklusif kepada Bolavip tentang pengalamannya di Piala Dunia, Diego Armando Maradona, dan pendapatnya tentang Prancis dan Argentina menjelang Qatar 2022.. David Trezeguet mencapai prestasi terbesar untuk setiap pemain sepak bola. Mantan striker berusia 44 tahun itu mengalami perasaan terbaik dari semuanya
. January 10, 2022 Apa hobi yang kamu sukai? Pastinya kamu akan selalu meluangkan waktumu untuk dapat melakukan hobimu. Kalau kamu hobi bermain sepak bola, kamu bisa menceritakannya ke dalam sebuah cerita tentang hobi sepak bola dalam bahasa inggris. Baca Juga Mendeskripsikan Rumah Dalam Bahasa Inggris Ketika kamu menceritakan hobi dalam bahasa inggris, kamu bisa jelaskan alasan kamu menyukai hobi tersebut. Lalu, jelaskan juga seberapa sering kamu melakukan hobi di waktu senggangmu. Contoh Cerita Tentang Hobi Sepak Bola Kamu dapat membaca cerita tentang hobi sepak bola dalam bahasa inggris di bawah ini. English I have many hobbies. However, my favorite hobby is playing soccer. I always take time at least once a week to play soccer with my friends. We usually rent a gym hourly to play soccer. Why do I like to play soccer? First, because I enjoy watching soccer. In the past, I was impressed by the playing ability of Zidane, a Frenchman. Apart from Zidane, I also like Cristiano Ronaldo and Lionel Messi. The second reason is the people around me. My father is also a soccer fan. We often spend time together watching soccer. Besides my father, many of my friends also like to play soccer as much as I do. Third, I like to play sports. Sports are not only healthy but also a way to relieve stress. When I play soccer, I feel euphoric. Especially when I could score a goal with my team against an opponent. I also use the moment of playing soccer to meet up with friends. Including if there is a reunion with school friends since elementary school. Even though I love playing soccer, I have no desire to become a professional soccer player. Making soccer a hobby is quite enjoyable for me. Terjemahan Aku adalah orang yang punya banyak hobi. Namun, hobi yang paling kusukai ialah bermain sepak bola. Aku selalu menyediakan waktu minimal seminggu sekali untuk bermain sepak bola bersama teman. Biasanya, kami menyewa tempat yang dihitung per jam untuk bermain sepak bola. Mengapa aku senang bermain sepak bola? Pertama, karena aku suka menonton sepak bola. Dulu, aku kagum melihat kemampuan bermain Zidane Zidan dari Perancis. Selain Zidane, aku juga suka Christiano Ronaldo dan Lionel Messi. Alasan kedua, faktor orang-orang di sekelilingku. Ayahku juga penyuka sepak bola. Kami sering menyediakan waktu bersama untuk menonton sepak bola. Selain ayahku, banyak teman-temanku yang juga hobi bermain sepak bola sepertiku. Ketiga, aku suka berolahraga. Selain sehat, olahraga juga sarana untuk melepas stress. Ketika bermain sepak bola, aku merasakan euforia. Apalagi ketika aku dan timku berhasil mencetak gol ke gawang lawan. Momen bermain sepak bola juga kumanfaatkan sebagai waktu untuk berkumpul bersama teman-teman. Bahkan ketika reunian teman sekolah sejak SD. Meski aku hobi bermain sepak bola, namun aku tidak ada keinginan untuk menjadi pemain sepak bola profesional. Menjadikan sepak bola sebagai hobi bagiku sudah cukup membahagiakan. Penutup Itulah satu contoh cerita tentang hobi sepak bola dalam bahasa inggris yang kami tulis. Kamu dapat coba menuliskan contoh cerita tentang hobi yang kamu sukai dalam bahasa inggris juga, ya.
Cerpen Karangan Wildan MusthofaKategori Cerpen Keluarga, Cerpen Remaja Lolos moderasi pada 10 May 2016 Aku bernama Putra Alfizar. Panggil saja putra. Aku duduk di kelas 2 SMP. Aku sangat hobi bermain sepak bola hingga aku ikut ekstrakulikuler futsal di sekolahku. Namun aku ikut tanpa diketahui oleh kedua orangtuaku. Hal ini disebabkan aku dilarang untuk bermain bola oleh ayahku. Alasannya adalah ayahku ingin menjadikan aku sebagai penerus cita-cita ayahku yaitu sebagai polisi. Pada suatu hari, aku baru saja pulang dari berlatih main bola. Pada saat itu ayahku sedang berada di teras tengah menunggu kepulanganku. “Aduh, Ayah ada di teras lagi.” Ucapku dalam hati. “Assalamualaikum.” Ucapku. “Waalaikumsalam. Dari mana kamu?” Tanya ayahku. “Dari rumah temen Yah.” Jawabku. “Bener dari rumah temen?” Tanya ayah dengan sedikit sinis. “Bener.” Jawabku lagi. “Kalau dari rumah temen, kenapa tadi Ayah lihat kamu berada di sekolah?” Tanya ayah sedikit mendesak. “Aduh, bikin alesan apa lagi ya.” Ucap batinku. “Itu.. Anu.” Ucapku sedikit gugup. “Anu apa?” Tanya ayahku. “Anu ngerjain tugas kelompok.” Jawabku deg-degan. “Masa ngerjain tugas kelompok sambil main bola.” Ucap ayahku yang membuat aku semakin panik. “Jangan-jangan tadi Ayah lihat lagi aku latihan main bola. Aduh gimana ya? Jujur aja deh.” Ucap batinku. “Oke.. Jujur, aku abis latihan main bola.” Seruku. “Sudah Ayah duga. Kamu telah melanggar peraturan Ayah!!” Gertak ayah sambil terbangun dari duduknya. “Iya, Yah aku tahu. Tapi aku tak bisa meninggalkan sepak bola.” Jawabku. “Kenapa?!!” Tanya ayahku. “Karena sepak bola telah mendarah daging denganku. Dan sepak bola juga sudah menjadi cita-citaku.” Jawabku dengan rasa takut. “Ayah mau kamu menjadi seorang polisi bukan pemain sepak bola!!” Amarah ayahku mulai keluar hingga membuat aku panik. Di saat itu juga ibuku ke luar dari rumah. “Ini ada apa sih ribut-ribut?” Tanya ibuku. “Ini anakmu ini sudah melanggar peraturanku. Ayah melihat dia bermain bola di sekolahnya.” Jelas ayahku. “Emang apa salahnya kalau dia bermain bola?” Tanya ibuku. “Kan Ibu tahu. Ayah tidak ingin si Putra menjadi pesepak bola, melainkan menjadi seorang polisi.” Jelas ayahku lagi. “Putra cepat masuk, setelah itu mandi.” Ucap ibuku. “Iya Bu.” Jawabku. “Ayah jangan marah-marah begitu dong.” Ucap ibuku. “Memang kenapa?” Tanya ayahku. “Malu sama tetangga.” Jawab ibuku. “Biarkan saja, biar si Putra tahu bagaimana rasanya malu.” Jawab ayahku. Lalu ayahku langsung masuk ke dalam rumah. Keesokan harinya. “Yah, Bu Putra berangkat sekolah dulu ya.” Ucapku. “Iya hati-hati.” Jawab kedua orang tuaku. Sesampainya di sekolah “Putra.” Teriak Ferdi dari kejauhan. Aku pun langsung menghampirinya. “Kenapa Fer?” Tanyaku. “Gak ada apa-apa. Aku cuma mau kasih tahu nanti siang sepulang sekolah ada pertandingan semi final olimpiade futsal antar sekolah. Kamu bisa ikut kan?” Ucapnya. “Iya.. Insya Allah aku ikut.” Jawabku. Aku pun langsung pergi ke kelas untuk melanjutkan pelajaran. Setelah pulang sekolah aku pun ke lapangan untuk bertanding. Namun aku berpikir, “Bagaimana kalau Ayahku tahu?” Namun aku tak menghiraukan itu. Tak lama kemudian pertandingan pun dimulai. Sekitar 25 menit babak pertama berlangsung. Namun, aku tidak bisa berkonsentrasi penuh karena takut ketahuan oleh ayahku. Ternyata di rumah, kedua orangtuaku sedang mengkhawatirkanku. “Bu, si Putra ke mana? Kok jam segini belum pulang.” Ucap ayahku. “Gak tahu Yah.” Jawab ibuku. “Ya udah entar kalau pulang kasih tahu Ayah ya. Ayah mau ke pasar dulu.” Pamit ayahku. “Iya Yah. Hati-hati.” Jawab ibuku. Seperti yang ku khawatirkan, ternyata ayahku melewati lapangan tempatku bertanding. “Mas, ini ada apa ya rame-rame?” Tanya ayahku. “Ada pertandingan semi final olimpiade futsal antar sekolah.” Jawab salah seorang penonton. “Permisi.” Ucap ayahku sambil melangkah ke depan. “Oh, ternyata kau ikut juga, awas kau Putra.” Ucap ayahku dalam hati. Ayahku langsung meninggalkan lapangan dan kembali ke rumah. “Ke pasar kok cepet banget Yah.” Ucap ibuku karena heran. “Gak jadi.” Jawab ayahku. Setelah pertandingan selesai, aku pun segera bergegas menuju rumah dengan hati ragu-ragu. “Assalamualaikum.” Ucapku. “Waalaikumsallam.” Jawab kedua orang tuaku. “Putra, kamu sudah berani melawan Ayah ya!” Ucap ayahku sembari menjewer kupingku. “A..a..ampun Yah.” Ucap ku terbata-bata. “Untuk hukumannya kamu Ayah kurung di gudang selama tiga hari.” Ucap ayahku. “Yah, jangan Yah. Dia masih terlalu muda.” Seru ibuku. Brak! suara terdengar ketika aku dilempar dan menghantam tumpukan kardus. Dan seketika itu pula pintu ditutup dan dikunci. “Yah, udah Yah. Lepasin Putra.” Ucap ibuku. “Ibu ini gimana sih? Kok malah membela Putra yang sudah jelas melanggar peraturan.” Tanya ayahku. “Aku kasihan Yah. Melihat di–” Ucapan ibuku terpotong. “Ahh.. Sudah biarkan saja dia!” Seru ayahku. Ayahku pun langsung meninggalkan ibu. “Putra, kamu tidak apa-apa?” Tanya ibuku dari luar pintu. “Gak apa-apa Bu.” Jawabku. “Terus gimana nih Bu? Besok aku ada pertandingan futsal, final lagi. Gimana nih Bu?” Ucapku. “Tunggu ya. Ibu cari jalan ke luar dulu.” Ujar ibuku. Ibuku terus mencari jalan ke luar agar aku bisa bebas dari gudang. Hingga keesokan harinya, ketika ayah akan pergi ke suatu tempat, ayah menitipkan kuncinya ke ibu. Pada saat itulah ibu membukakan pintu gudang. “Bu, Ayah mau pergi dulu. Jaga rumah dengan baik ya.” Pesan ayahku. “Iya Yah.” Jawab ibuku. “Nah kesempatan nih buat ngebebasin Putra dari gudang.” Ucap batin ibuku. Tak perlu waktu lama untuk membuka pintu gudang. Dan saat itu juga aku bersiap-siap untuk pergi ke tempat pertandingan. Pertandingan ini juga pertandingan yang spesial karena pertandingan ini disiarkan di TV secara langsung. Setelah sarapan, aku pun langsung pergi meninggalkan rumah. Tapi apa daya ayahku kembali lagi. Aku pun panik. Namun ibu berkata, “Cepat keluar lewat pintu belakang.” Aku pun nurut saja. “Ibu, kenapa pintu gudang terbuka?” Tanya ayahku. Namun ibu diam saja. “Pasti Ibu melepaskan anak itu. Iya kan?” Seru ayahku. “Ahh.. Sial!” Kesal ayahku. Di perjalanan aku bingung ingin ke tempat pertandingan naik apa. Sedangkan aku sudah telat. Pertandingan kali ini buka di lapangan. Melainkan di Gelora Olah Raga. Seketika itu juga ada mobil bak lewat. Dan aku memberhentikannya. “Bang, bang. Berhenti bang.” Seruku. “Iya dek kenapa?” Tanya sopir mobil bak tersebut. “Abang mau ke mana?” Tanyaku. “Mau ke GOR.. Nganterin aqua buat para pemain futsal.” Jawabnya. “Kebetulan bang saya juga mau ke sana.” Ucapku. “Ya udah ayo bareng.” Ujar sopir mobil bak. “Iya bang.” Jawabku dengan perasaan senang. Di GOR “Duh.. Mana sih si Putra?” Ucap pelatihku. “Tunggu aja sebentar lagi juga datang.” Jawab Ferdi. “Pertandingan akan segera dimulai. Dipersilahkan kedua tim untuk memasuki lapangan.” Ucap panitia. “Pak pelatih, gimana nih? Putra belum datang.” Ucap Ferdi resah. “Ya sudah, cepat kamu ke lapangan saja semoga Putra datang tepat waktu.” Jawab pelatih. Di samping itu, aku yang tengah terburu-buru langsung mengganti pakaian di ruang ganti. Perlu waktu cukup lama karena aku harus memakai sepatu. “Ke mana pemain satu lagi?” Tanya wasit. “Belum datang Pak.” Jawab Ferdi. “Pak tolong hitung mundur sepuluh detik, jika pemain belum datang juga, maka tim Putra akan dinyatakan kalah.” Ucap Wasit. “Oke.” Jawab panitia. “Kita hitung sepuluh detik, jika pemain dari tim Putra belum datang maka akan dinyatakan kalah, sepuluh, sembilan, delapan, tujuh,….” Ucap panitia. “Ok udah siap semuanya.” ucapku. Aku pun langsung berlari menuju lapangan. “Tiga, dua.” ucap panitia. “Tunggu!!!” Seruku. “Ya.. Sepertinya sudah datang orang yang kami tunggu-tunggu. Silakan dimulai.” Ucap Panitia. Pertandingan pun dimulai. Dan semua pemain berusaha sekuat mungkin. “Yah, coba lihat deh.” Ucap ibuku. “Apaan?” Tanya ayahku. “Itu anak kita Putra masuk TV.” Seru ibuku. “Masih aja tuh anak nekat main bola.” Ucap ayahku. “Biarin lah Yah.” Ucap ibuku. “Ya udah sini nonton aja.” Ucap ibuku lagi. Prittt, pritt suara peluit panjang mulai terdengar pertanda pertandingan telah selesai. Tak lama kemudian, panitia mengumumkan siapa pemenang pertandingan final olimpiade futsal antar sekolah. “Kita sudah sampai di penghujung acara yaitu dimana kita akan mengetahui siapa pemenangnya. Dan pemenangnya adalah Tim Putra!! Silakan pemain dari tim Putra untuk mengambil hadiah dan pialanya!!” Seru panitia. “Yeeaahhh.” Teriak suporter dari sekolahku kegirangan. Setelah kami mendapat hadiah dan piala, kami pun kembali ke rumah masing-masing. Saat itu aku membawa pulang pialanya. Sebenarnya pialanya untuk sekolah. Tapi aku mendapat 1 piala lagi dengan bertuliskan pemain paling hebat di olimpiade. Sesampainya di rumah. “Assalamualaikum.” Ucapku. “Waalaikumsalam.” Saut kedua orang tuaku. “Ayah, Ibu.. Aku menang olimpiade terus dapat piala lagi.” Ucapku senang. “Selamat Nak, Ibu bangga sama kamu.” Ucap ibuku. Namun di sisi lain ayahku merasa sangat marah. Ayahku pun menghampiriku. “Coba sini lihat pialanya.” Pinta ayahku. Aku pun menurutinya. Prang! sontak aku dan ibuku kaget. “Ayah, kenapa dibanting pialanya?” Tanyaku kaget. “Ayah tidak suka kalau kamu menerima piala, apalagi piala yang berhubungan dengan main futsal ataupun bola.” Bentak ayahku. Setelah kejadian itu, aku mulai berhenti bermain bola. Untuk menggantinya aku membantu ibu di warung. Di suatu saat, aku sedang ke kamar mandi untuk buang air kecil. Tiba-tiba datang banyak orang. Sepertinya orang tersebut berasal dari salah satu media cetak. “Pak mau tanya rumah anak yang bernama Putra Alfizar di mana ya?” Tanya seseorang dari mereka. “Saya Ayahnya, kenapa?” Tanya ayahku. “Begini, kami dari produser salah satu media cetak. Kami ingin meliput Putra Alfizar yang memenangkan lomba olimpiade kemarin.” Jelasnya. “Meliput?” Ayahku heran. “Sebentar saya panggil dulu anaknya.” Ucap ayahku. “Putra, Putra!!” Teriak ayahku. “Kenapa Yah?” Tanyaku. “Itu, ada produser media cetak mau meliput kamu.” Jawab ayahku. “Produser Media cetak?” Aku merasa heran. Setelah bertemu dengan orang dari media cetak, aku kembali ke dalam rumah. Di dalam rumah aku sempat punya firasat bahwa aku akan menjadi terkenal. “Putra!” Panggil ayahku. “Iya Yah, kenapa?” Jawabku sambil mengambil air minum. “Ayah merasa bangga sama kamu, selain menjadi juara, kamu juga diliput oleh media cetak. Dan Ayah minta maaf kalau Ayah pernah kasar sama kamu.” Ucap ayahku. “Ngga apa-apa Yah.” Jawabku singkat. “Dan sebagai gantinya Ayah memperbolehkan kamu bermain bola.” Ucap ayah. “Bener Yah?” Tanyaku dengan perasaan senang. “Iya.” Jawab ayahku. Setelah itu aku berpelukan dengan ayahku. Dan setelah kejadian itu aku mempunyai tekad dan cita-cita menjadi seorang pemain bola yang profesional. TAMAT Cerpen Karangan Wildan Musthofa Facebook Wildan Musthofa Cerpen Biarkan Aku Bermain Bola merupakan cerita pendek karangan Wildan Musthofa, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Kue Cokelat Elsa Oleh Syarla Feonisa Bunda suka sekali masak, terutama biskuit, kue, dan makanan manis lainnya. Menurut Elsa, tak ada yang bisa menandingi masakan Bunda di dunia ini. Bahkan, chef hotel bintang lima pun Hanya Sesaat Oleh Rindah Aisyah “Raja… Raja.. Raja..,” Kesya tiada hentinya berteriak memanggil sang pujaan hatinya Raja’, seorang most wanted di SMAN 01 Bandung. Sementara Raja terus berjalan memasuki koridor sekolah tanpa menengok sedikitpun. Perjalanan Pulang Oleh Saka Triandiko Bowo Hari ini, saya baru saja pulang sekolah. Rutinitas di sekolahku yang sangat padat yang membuatku harus pulang pada pukul kira-kira 1300 WIB. Kali ini, aku berjalan kaki ke rumah Geleng Geleng Rapai Geleng Oleh Raihan Khaira Pemuda itu duduk bersila seraya menyenderkan kepalanya di salah satu sisi rangkang. Ia menarik nafas, lalu dihembuskan perlahan. Wajahnya menunjukkan ketertarikannya dengan udara segar pagi ini. Sang surya bersinar Kado Kecil Untuk Rima Oleh M. Ubayyu Rikza Hari ini adalah hari ulang tahun keenam untuk Rima, seorang gadis kecil yang tak pernah bisa memilih dilahirkan oleh sepasang pemulung, yaitu pak Yanto dan bu Yati. Seperti di “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"
Cerpen Karangan RizalKategori Cerpen Persahabatan Lolos moderasi pada 19 March 2016 Sewaktu masih SMP, aku dan teman-temanku suka bermain sepak bola. Kami bermain pada sore hari, saat matahari tidak terlalu panas. Kadang jika sudah tidak ada aktivitas di rumah, kami akan bermain lebih awal dan berhenti saat adzan maghrib berkumandang. Kami mencintai sepak bola, hal ini bisa dilihat saat kami bermain semuanya pasti memakai kostum tim kesayangan dan meniru gaya pemain yang diidolakan. Tapi sayangnya, kami tidak bermain di lapangan. Hal ini disebabkan karena pemerintah setempat, sudah menggusur lapangan kami untuk dijadikan lahan bandara. Hingga suatu sore, Fikri temanku yang baru pulang sekolah menawari kami untuk bermain di pekarangan samping rumahnya. “Mending main di rumahku aja!” kata Fikri. “Emang boleh?” tanya Rais penasaran. Aku dan teman-teman yang lain, menatap ke arah Fikri dengan penuh harap. Fikri diam sebentar, berpikir tentang resiko yang akan terjadi. Lalu dengan aksen inggrisnya yang absurd, dia menjawab, “Of course man, move on!” suasana hening. Kepalaku mendadak pusing, Rais terbatuk-batuk dan yang lain tertawa. Fikri bertanya dengan wajah heran. “Kalian kenapa? Ada yang salah?” Aku yang kesal pun menjawab, “Ya iyalah. Bukan move on tapi come on!” “Ya, maksud aku juga begitu!” tandas Fikri. Hari itu, kami bermain dengan penuh semangat. Seusai bermain, Fikri mengeluarkan 2 botol air dingin lengkap dengan sepiring pisang goreng yang dibuat oleh ibunya. Seminggu berlalu begitu cepat, kami bertemu lagi dengan masalah tempat. Kali ini, pekarangan rumah Fikri dijadikan tempat parkir oleh karyawan bandara. Ayah Fikri pun menjelaskan padaku dan teman-teman agar tidak berkecil hati. Akhirnya, kami memilih untuk tidak bermain dulu sampai kami menemukan tempat bermain yang baru. Rasa jenuh dengan aktivitas yang ada di rumah, membuatku dan teman-teman, mulai mencari cara untuk bermain. Terlebih Rais, yang baru saja membeli sepatu baru, sudah tidak sabar untuk mencobanya. Saat pulang sekolah, aku bertemu dengan Ipul dan Amat. Kami pulang bersama-sama dan berjanji akan bermain sore itu. Sampainya di gang kompleks, kami bertiga bersilang jalan dan pulang ke rumah masing-masing. Sore harinya, Rais datang dan menungguku di depan rumah. Saat aku ke luar, Rais menyambutku, “Hallo Rizal, bagaimana penampilanku? Sudah mirip Messi bukan?” sembari menggoyangkan kakinya. Aku tahu, dia sengaja menanyakan hal itu agar aku memuji sepatu barunya. Dengan ikhlas aku menjawab. “Kamu lebih mirip Tessy, hahaha!” “Terima kasih untuk pujiannya!” jawab Rais dengan wajah kecewa. Aku dan Rais bergegas menuju ke warung bu Minah, tempat kami biasa berkumpul. Satu per satu dari kami mulai berdatangan, diskusi pun dimulai. “Jadi kita main di mana hari ini?” kata Riat membuka pembicaraan. Kami mulai berpikir mencari solusi untuk tempat yang baru. “Aku punya ide!” cetus Iwan ditengah keheningan kami. “Gimana kalau kita mainnya di bandara aja!” “Apa? Di bandara? kalau pesawat turun terus kita ketabrak gimana?” kata Rais dengan kesal. “Itu kalau mainnya di landasan, maksud aku kita main di dalam bandara. Aku lihat di situ ada lahan kosong, dekat lapangan tenis!” lanjut Iwan menegaskan. “Aku setuju, aku pernah lihat banyak pula orang sering jogging di situ, bagus kali tempatnya, aman!” sambung Parman dengan logat bataknya yang kental. Tanpa membuang waktu, kami segera pergi ke tempat yang dimaksud. Setelah puas bermain, kami duduk dekat trotoar menghadap ke arah landasan. Rais kembali membuat sensasi, “Sepatuku ini punya kelebihan!” katanya padaku. “Mana buktinya?” “Lihat ya, aku akan mengitari jalan ini dalam waktu 1 menit,” kata Rais sambil bersiap. Bagiku dan teman-teman, cepat atau tidak Rais berlari bukan masalah. Yang jadi kekhawatiran kami adalah, jalanan bandara sangat sensitif. Rais berlari sambil bersorak kegirangan, dia terlihat seperti badut sirkus yang kelaparan. Aku dan teman-teman pun tidak ketinggalan untuk menyemangati. Akhirnya malapetaka terjadi, Rais kehilangan keseimbangan saat sepatunya menginjak pasir, yang berada di sisi jalan. Hal ini membuat Rais tersungkur dengan tampan di atas trotoar jalan. Lututnya luka, wajahnya penuh dengan pasir, dan kami tertawa. “Hahaha makanya jangan sombong!” kata Ipul sembari membantunya berdiri. Hari itu kami lalui dengan senang. Persahabatan kami begitu indah untuk dikenang. Dari kejauhan, sebuah pesawat siap untuk terbang. Aku dan teman-temanku berdiri dari trotoar, memandangi pesawat yang terbang sampai pesawat itu menghilang di tengah awan. Kami semua terkagum melihatnya, lalu dalam hati aku bertanya, “Apakah kebersamaan ini akan terulang lagi?” Cerpen Karangan Rizal Blog Mahasiswa sosiologi unsrat, pecinta sastra dan penikmat kopi. Twitter rizalistis Facebook Rizal Rahman Cerpen Kami Pecinta Sepak Bola merupakan cerita pendek karangan Rizal, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Sahabat Hari Ini Esok Dan Selamanya Oleh Mayadasari Waktu seakan cepat berlalu, langkah kaki kini tak lagi sama. Aku selalu bingung dan selalu ingin bertanya pada tuhan. Apa arti dari sebuah persahabtan yang indah dan abadi? Adakah Caution With Your Friend Oleh Yudha Dwi Heryanti Apa yang lebih sakit daripada ditinggalkan seseorang yang paling kau sayang? Tentu saja ada. Ada yang lebih sakit daripada itu. Mencintai seseorang yang begitu dekat, tapi cinta yang selalu Good Bye Misya Oleh Stenisa “pagi begitu indah tapi aku hanya bisa melihat ini untuk 3 bulan saja” ucapku lesu “ayo Misya” ajak papa “iya” ucapku Aku menyusul papaku yang sedang di bawah. “ya Pilihan Oleh Pratiwi Nur Zamzani “Gila banget nih artikel!,” gumam Bram saat ia melihat majalah di sofa studio bersama Billy. “Udah biasa lah kayak begitu. Gosip!,” lanjut Riska tegas. “Sorry gue telat! Tadi, ban Sesal Di Ujung Senja Oleh Aulia Shaffna Ramadhani Kring.. Bel istirahat berbunyi. Aku bergegas menuju sungai kecil di samping sekolah. Sungai itu adalah tempat favoritku saat istirahat ataupun saat-saat aku ingin sendiri. Sandra Nacita, seorang remaja 16 “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"
– Rodri mencetak gol kemenangan Manchester City di Liga Champions, tetapi gelandang asal Spanyol itu sangat jujur tentang bagaimana dia bermain melawan Inter Milan. Dua tahun lalu, Man City memiliki kesempatan pertama untuk dinobatkan sebagai juara Eropa ketika mereka menghadapi Chelsea di final pertama The Citizens di kompetisi tersebut. Ketika tim asuhan Pep Guardiola kalah dalam pertandingan itu, ada banyak pembicaraan tentang manajer yang 'terlalu memikirkan' rencana taktisnya. Baca Juga Fans Manchester City Daulat Romelu Lukaku Sebagai Legenda The Citizens Itu karena Guardiola bermain melawan rival Liga Premier, Chelsea, tanpa Rodri atau Fernandinho di lini tengah. Dua tahun kemudian dan tidak akan terulang lagi dengan Rodri, yang sekarang dianggap sebagai gelandang bertahan terbaik di dunia oleh banyak orang, menjadi starter saat melawan Inter. Man City, juara Liga Premier musim ini, tentu saja tidak memiliki segalanya saat menjalani pertandingan selama satu jam. Mereka mungkin dapat tertinggal dari Inter jika bukan karena penyelamatan Ederson. Namun, hanya beberapa menit setelah momen itu, Rodri mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut. Dia memanfaatkan umpan silang Bernardo Silva yang dibelokkan ke sudut bawah. Pada peluit penuh waktu, Rodri jelas merupakan pahlawan pertandingan. Tetapi, saat berbicara di BT Sport, dia secara terbuka mengakui bahwa dirinya merasa telah memainkan laga yang kacau. Baca Juga Momen Kevin de Bruyne Cedera Kedua Kalinya di Final Liga Champions, Ceritanya Berbeda Sekarang "Saya emosional, ini mimpi yang bisa menjadi kenyataan," kata mantan pemain Atletico Madrid tersebut. "Saya tidak ingin melupakan para pemain, maksud saya kami memberikan segalanya. Kepala saya berada di awan, itu adalah upaya yang luar biasa dari semua orang,” timpalnya. “Saya tidak bagus di babak pertama, saya bermain buruk sejujurnya dan kemudian, ini berbicara tentang mentalitas, saya hanya berkata pada diri saya sendiri bahwa saya harus mengatasi ini dan pada akhirnya saya mencetak gol, luar biasa." Berbicara tentang final yang dia lewatkan, pemain berusia 26 tahun itu menambahkan "Saya berkata kepada Pep 'Anda harus memasukkan saya.' Nah tapi serius, pada saat itu saya mendukung rekan satu tim saya.”
Sepak bola adalah bisnis yang intens dan para pemain pasti butuh waktu untuk bersantai. Di sinilah hobi pemain sepak bola berguna. Beberapa mungkin memiliki hobi untuk mengisi ulang tenaga mereka sendiri, namun beberapa hobi pemain sepak bola cukup unik dan tidak biasa. Berikut adalah 10 di antaranya. Petr Cech – Main Drum Selain melindungi timnya di lapangan sepak bola, Petr Cech juga merupakan pemain drum yang sangat baik. Ia telah terekam kamera memainkan berbagai lagu, yang ia tampilkan di kanal YouTube-nya sendiri. Pada 2013, ia bahkan menampilkan Nirvana Smells Like Teen Spirit’ di sebuah festival musik Republik Ceko dan kemudian pada tahun itu bertemu dengan drummer Queen, Roger Taylor. Robin van Persie – Tenis Meja Dalam sebuah wawancara selama masa bermainnya di Arsenal, Van Persie berbicara tentang cintanya pada olahraga tenis meja. “Ketika saya masih muda, selalu bermain tenis meja atau sepak bola. Ketika saya berusia 10 atau 11 tahun, saat itulah saya mulai memusatkan perhatian pada sepak bola, ”ungkapnya. Dia juga mengatakan bahwa ada tenis meja di Arsenal dan dia akan sering bermain di sana selama sesi latihan. “Saya jelas pemain tenis meja terbaik di Arsenal,” tambah pelatih asal Belanda itu. Michael Owen – Berkuda Banyak yang tahu bahwa mantan striker Manchester United, Michael Owen menikmati permainan puzzle yang bagus. Itu adalah hobi yang kemungkinan bisa meningkatkan jalan pikirannya sebagai pemain. Tapi, ada hobi lain yang dinikmati Owen, yaitu berkuda dan judi kuda. Dia biasa menempatkan taruhan kecil dengan ayahnya di masa remajanya, sampai kehidupan sepak bola menyusulnya. Paul Scharner – Olahraga Ekstrim Pemain asal Austria itu dikenal karena kepandaiannya di lapangan sebagai pemain bertahan dan gelandang. Apa yang kebanyakan orang tidak ketahui tentang Scharner, adalah bahwa dia pecandu adrenalin yang hebat. Dia telah terlibat dalam olahraga ekstrem seperti ski air, bungee jumping, skydiving, dll. Bahkan, pada tahun 2006, Scharner mengungkapkan bahwa olahraga ekstrem membantunya mempersiapkan mental untuk bermain di level yang lebih tinggi di lapangan. Clint Dempsey – Rap Salah satu pemain asal AS paling sukses di Liga Inggris, Clint Dempsey sudah memiliki karier cadangan yang menunggunya, ketika ia selesai dengan hari-harinya bermain. Hobinya nge-rap dikenal oleh banyak orang, dan dia juga cukup pandai! Dengan nama panggung Deuce, gelandang itu telah memiliki hasrat untuk menggeluti musik rap untuk waktu yang lama. Menjelang Piala Dunia 2006, ia bahkan berkolaborasi dengan Nike untuk lagu yang disebut Dont Tread’. Gabriel Batistuta – Polo Gabriel Batistuta telah menjadi ancaman di depan gawang saat bermain di Serie A dan untuk Argentina. Setelah pensiun, ia bahkan berhasil mendapatkan lencana kepelatihannya dari Argentina. Namun ternyata di waktu luangnya ia suka duduk di atas kuda dan bermain olahraga polo, sesuatu yang sangat populer di tanah kelahirannya. Dia mulai memainkannya saat dia bermain untuk Fiorentina. Zlatan Ibrahimovic – Berburu Sepertinya Zlatan suka melanjutkan hal-hal yang dia lakukan di atas lapangan. Ia gemar memburu gol saat bermain di lapangan. Dan ketika di luar lapangan, dia suka memburu binatang di waktu luangnya. Ibrahimovic merinci tentang kesukaannya untuk berburu dalam otobiografinya, I Am Zlatan Ibrahimovic’. Kabarnya, ia bahkan membeli sebuah pulau semata-mata untuk alasan perburuan yang ada di sana. Les Ferdinand – Terbang Jika Anda adalah pendukung sepak bola selama masa-masa awal Premier League, Anda akan mengingat Les Ferdinand sebagai striker legendaris. Tetapi yang mungkin tidak Anda ketahui adalah Ferdinand merupakan seorang penerbang yang lihai, dan bahkan memiliki lisensi pilot sendiri. Ketika dia pindah ke Newcastle United dari QPR, dia mencoba beberapa kegiatan untuk menghibur dirinya. Dia akhirnya mulai belajar bagaimana menerbangkan helikopter dan mendapatkan lisensi penuh pada tahun 2004. Lionel Messi – PlayStation Online Anda semua yang bermain FIFA di PlayStations melalui internet, Anda mungkin pernah bermain melawan Lionel Messi dan bahkan tidak akan menyadarinya. “Saya suka bermain PlayStation online dengan orang-orang yang tidak tahu siapa saya. Saya mendapatkan pesan dalam bahasa Inggris, dalam bahasa Jepang, dari bahasa lain mana pun. Saya tidak pernah mengirim pesan yang buruk tetapi mendapat beberapa pesan seperti itu, “ungkapnya. Thomas Muller – Golf Dia mungkin telah memecahkan rekor Piala Dunia pada usia yang relatif muda, tetapi di balik itu, Muller adalah pria yang suka menjalani waktunya dengan rileks. Golf membantunya melakukan hal itu dan itu adalah hobi kesukaannya.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Di Indonesia, olahraga terpopuler yang banyak digemari masyarakat saat ini adalah sepakbola. Bahkan beberapa orang rela menghabiskan waktu hanya untuk menyaksikan tim sepakbola favoritnya bertanding. Keeksistensian olahraga ini bahkan mengalahkan beberapa olahraga lainnya seperti bulutangkis maupun bola voli. Tidak heran jika kemudian para pengembang atau developer game berlomba-lomba dalam menciptakan game sepakbola terbaik di animo masyarakat yang begitu tinggi, tentunya menjadi sebuah keuntungan bagi mereka yang berhasil membuat game sepakbola terpopuler. Dari mulai tampilan grafik, raut wajah pemain, hingga gerak-gerik diatas lapangan pun sangat diperhatikan supaya semakin terkesan realistik. Sampai saat ini, setidaknya sudah ada beberapa game sepakbola yang mempunyai tampilan menarik dan populer di kalangan masyarakat. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan dibawah Sepakbola Terbaik di AndroidPES 2019 Nama pertama sepertinya sudah tidak asing lagi di telinga para pecinta game. Pasalnya, game sepakbola yang satu ini telah ada sejak lama dan bisa dibilang penggiat dari game bergenre serupa lainnya. Mempunyai tampilan grafis yang nyata dan gerakan olah bola dari pemain disamakan dengan aslinya. Ada beragam fitur didalamnya, seperti kompetisi offline, online, hingga pembelian League Soccer Jika Anda menginginkan bermain game sepakbola tanpa menggunakan data internet, sepertinya Dream League Soccer bisa menjadi pilihan. Anda bebas memainkan fitur apapun didalamnya tanpa menguras penggunaan kuota internet. Anda bisa mengganti kostum tim dengan mendownoad Kit HeroGame ini memerintahkan player untuk memberikan bola ke titik-titik tertentu sampai kemudian bola masuk ke gawang tim lawan. Berbeda dari game sepakbola biasanya, Score! Hero akan memberhentikan bola setelah sampai di kaki pemain berikutnya, sebelum diteruskan ke kaki pemain lain. Anda juga bisa memainkan game ini tanpa kuota SoccerGame yang satu ini merupakan game bergenre sepakbola yang menarik dan seru untuk dimainkan. Player akan dibebaskan memilih pemain untuk duel satu lawan satu dengan musuh. Game ini mempunyai ciri khas yakni kepala besar yang dimiliki oleh SoccerFifa Soccer juga bisa dibilang game sepakbola yang mempunyai tampilan muka terbaik dan terkesan nyata. Telah diunduh oleh 5 juta pengguna di Play Store yang membuktikannya memiliki kualitas bagus. Disematkan beberapa fitur unggulan didalamnya, seperti 30 liga top dunia, 550 klub, serta pemain. Mungkin sekian rekomendasi game-game sepakbola terbaik khususnya di android, semoga Lihat Metaverse Selengkapnya
cerita tentang hobi bermain sepak bola